Friday, November 16, 2012

Kerajinan Eceng Gondok di Rawa Pening

Rawa pening( pening berasal dari kata “bening” ) memiliki luas kurang lebih 2.670 hektare. Rawa pening ini terletak di 4 kecamatan, yaitu ambarawa, tuntang, bawen dan banyubiru. Rawa pening juga berada dicekungan terendah dari 3 lereng gunung, yaitu gunung merbabu, gunung ungaran dan gunung telomoyo.

Tapi sayang, sekarang rawa pening sedang mengalami pendangkalan yang drastis, bahkan bisa disimpulkan tempat ini akan benar – benar menjadi daratan dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang kalau saja tidak ada tindakan penanggulangan. Selain itu banyak pula tumbuhan eceng gondok ( tanaman gulma ) yang tumbuh memenuhi tempat ini, bahkan hamper seluruh area di rawa pening. Meskipun kondisinya seperti ini, tapi masih banyak juga wisatawan yang berkunjung untuk berlibur dan menikmati keindahan dari rawa pening.

Dari tanaman eceng gondok yang memenuhi rawa pening tadi, oleh warga sekitar dapat dimanfaatkan. Mereka melihat peluang yang cukup besar dari pengolahan eceng gondok. Kemudian warga setempat mencoba untuk memanfaatkannya. Mereka mencoba membuat aneka kerajinan dari batang – batang eceng gondok. Para warga mulai mengambil batang – batang eceng gondok di rawa pening dan meninggalkan daun beserta akarnya karena tidak bisa dipakai untuk membuat kerajinan. Awalnya mereka hanya membuat dalam sekala kecil untuk permulaan. Sebelum mulai membuat kerajinan, terlebih dulu mengeringkan batang – batang eceng gondok samapai kering. Karena hanya batang yang sudah kering saja yang bisa dibuat untuk kerajinan. Setelah kerajinan selesai, mereka mulai menjualnya disekitar tempat wisata rawa pening untuk souvenir dari rawa pening. Tapi ternyata hasil kerajinan mereka dari batang eceng gondok ini banyak peminatnya. Kemudian mereka memperbanyak hasil produksinya, itung – itung sekalian ikut membersihkan rawa pening dari eceng gondok sembari memanfaatkannya ( seperti pepatah “ sambil menyelam minum air “).

Sampai sekarang usaha kerajinan batang eceng gondok ini sudah meluas ke berbagai daerah, bahkan mereka sudah meng-eksport hasil kerajinannya ke beberapa Negara tetangga bahkan ke sebagian eropa. Dari usaha yang dilakukan ini juga dapat membantu untuk pemasukan keuangan Negara dengan kegiatan eksprtnya, juga bisa membantu keuangan warga sekitar lainnya yang tidak memiliki keahlian membuat kerajinan dari batang eceng gondok ini. Mereka bisa mencari dan menjual batang eceng gondok ke pembuat kerajinan dari batang eceng gondok. Biasanya batang – batang eceng gondok ini dihargai antaraRp 750 – Rp 1000 per kilo untuk batang eceng gondok yang masih basah dan Rp 3500 – Rp 5000 per kilo untuk batang eceng gondok yang sudah kering.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment